Langsung ke konten utama

Sedang terpuruk? Lakukan 7 hal ini untuk bisa bangkit dengan cepat!

Dalam hidup, hampir setiap orang pernah berada pada titik terendah dalam hidupnya. Merasa dirinya tak berguna, merasa dirinya gagal, merasa tak ada lagi yang bisa ia lakukan. Merasa tidak ada lagi jalan keluar dari persoalan yang sedang di hadapinya. Semuanya terasa berantakan, semuanya terasa hancur. Tak ada lagi semangat untuk melakukan apa pun. Bahkan sudah tak ada lagi gairah untuk melanjutkan hidup. Perasaan ingin menyerah, perasaan ingin berhenti dan bahkan perasaan ingin mengakhiri hidup. Berada pada titik nadir atau pun titik terendah dalam hidup, memang sangat menyakitkan. Merasakan kesedihan yang teramat dalam dan berkepanjangan. Tak tahu lagi arah mana yang akan di tuju. Semua jalan terasa buntu, hidup terasa sia-sia dan tak bermakna. Namun percayalah, bahwa setiap orang pernah mengalami hal tersebut, tak peduli siapa pun itu. Hanya mungkin cara setiap orang menghadapinya tidaklah sama. Ada yang tidak mau terlalu lama larut dalam kondisi tersebut, dan ada juga yan...

Iklan

Kisah kelahiran Nabi Ishaq As yang merupakan cikal bakal keturunan Bani Israil

Nabi Ishaq As adalah putra kedua Nabi Ibrahim As dari istrinya Siti Sarah. Ishaq merupakan adik satu bapak dari Nabi Ismail As.

Jika Nabi Ismail As terlahir dari rahim Siti Hajar, istri kedua Nabi Ibrahim As, maka Nabi Ishaq terlahir dari rahim Siti Sarah, istri pertama Nabi Ibrahim As

Ishaq lahir, pada saat Ibunya, Siti Sarah, sudah berusia 90 tahun dan Ayahnya, Nabi Ibrahim berusia 100 tahun. Ia lahir setelah empat belas tahun Nabi Ismail dilahirkan.

Kisah Nabi Ishaq As

Meskipun pada awalnya, ketika Nabi Ibrahim dan Sarah mendapat kabar dari Malaikat Jibril, bahwa Sarah akan melahirkan seorang anak laki-laki yang kelak akan menjadi Nabi menggantikan ayahnya, mereka merasa sangat tidak mungkin untuk medapatkan keturunan, karena usia mereka yang sudah sangat tua.

Namun atas kehendak Allah, Ishaq pun lahir di kota Kana'an pada sekitar tahun 1761 SM. Tentu saja hal itu sangat membuat Nabi Ibrahim dan terutama sang istri sangat bergembira, karena memang sudah sangat lama mereka menginginkan keturunan. Kelahiran Ishaq telah menghadirkan kebahagiaan yang lebih kepada mereka.

Nabi Ishaq As tumbuh dan besar dibawah bimbingan sang ayah, yang selalu mengajarkan kepadanya tentang jalan kebenaran. Beliau tumbuh dan besar, lalu kemudian ikut membantu serta melanjutkan perjuangan sang ayah untuk mendakwahkan agama Allah.

Setelah Nabi Ibrahim wafat, Nabi Ishaq dan saudaranya, Nabi Ismail, terus melanjutkan perjuangan ayahnya dalam menegakkan jalan kebenaran.

Pada usia Nabi Ibrahim yang semakin tua, Nabi Ishaq belum juga menikah. Untuk itu, Nabi Ibrahim mengutus salah seorang pelayan untuk pergi ke Harran, Irak, untuk membawa seorang perempuan dari keluarganya. Nabi Ibrahim As tidak mengizinkan Ishaq untuk menikah dengan perempuan dari kaum Kana'an, karena kaum Kana'an pada saat itu tidak beriman kepada Allah dan tidak mengenal Allah, serta asing terhadap keluarga Nabi Ibrahim.

Nabi Ishaq akhirnya menikah dengan Rifqah binti Batnail bin Nahur, yang merupakan saudara Nabi Ibrahim dan berasal dari negeri Harran, Irak. Nabi Ishaq As diperkirakan menikah pada usianya yang sudah mencapai 40 tahun.

Setelah menikah hampir 20 tahun, barulah Nabi Ishaq dan istrinya memperoleh keturunan. Mereka mendapatkan dua orang anak kembar, yakni Al-Aish dan Yaqub.

Salah seorang anaknya, yakni Yaqub, kelak juga diangkat menjadi Nabi melanjutkan perjuangan ayahnya.

Nabi Ishaq diutus untuk bangsa Kana'an, yang pada masa itu sangat ingkar dan tidak mengenal Allah.

Nabi Ishaq dikenal sebagai seoranng yang ahli ilmu dan hikmah.

Keturunan Nabi Ishaq As, merupakan cikal bakal dari keturunan Bani Israil, termasuk di dalamnya Nabi Yusuf As.

Nabi Ishaq As wafat pada usianya kurang lebih 180 tahun. Beliau dimakamkan di gua Makfilah, Hebron atau saat ini lebih dikenal dengan Palestina. Dimana Nabi Ibrahim juga dimakamkan disana, demikian juga istri dari Nabi Ishaq sendiri. Termasuk juga sang Ibu, Siti Sarah, juga dimakamkan disana.

Salah satu ayat Al-Qur'an yang menyebutkan tentang Nabi Ishaq As, ialah :

"Dan ingatlah hamba-hamba Kami : Ibrahim, Ishaq dan Yaqub, yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi. Sesungguhnya Kami telah menyucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat. Dan sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang paling baik." (QS. Shaad : 45-47)

 

Baca Kisah Nabi Lainnya :

Kisah 11 istri Nabi Muhammad Saw 

Kisah Nabi Ismail As dan sejarah berdirinya Ka'bah

Kisah Nabi Ibrahim As yang hendak membantai putranya 

Kisah Nabi Luth dan kaum Sodom

Komentar

Iklan

Postingan populer dari blog ini

Sedang terpuruk? Lakukan 7 hal ini untuk bisa bangkit dengan cepat!

Dalam hidup, hampir setiap orang pernah berada pada titik terendah dalam hidupnya. Merasa dirinya tak berguna, merasa dirinya gagal, merasa tak ada lagi yang bisa ia lakukan. Merasa tidak ada lagi jalan keluar dari persoalan yang sedang di hadapinya. Semuanya terasa berantakan, semuanya terasa hancur. Tak ada lagi semangat untuk melakukan apa pun. Bahkan sudah tak ada lagi gairah untuk melanjutkan hidup. Perasaan ingin menyerah, perasaan ingin berhenti dan bahkan perasaan ingin mengakhiri hidup. Berada pada titik nadir atau pun titik terendah dalam hidup, memang sangat menyakitkan. Merasakan kesedihan yang teramat dalam dan berkepanjangan. Tak tahu lagi arah mana yang akan di tuju. Semua jalan terasa buntu, hidup terasa sia-sia dan tak bermakna. Namun percayalah, bahwa setiap orang pernah mengalami hal tersebut, tak peduli siapa pun itu. Hanya mungkin cara setiap orang menghadapinya tidaklah sama. Ada yang tidak mau terlalu lama larut dalam kondisi tersebut, dan ada juga yan...

Renungan Kehidupan : Kehendak-Nya pasti terjadi, Sebuah argumen tentang kita, dan Badai Fitnah

“ Kehendak-Nya Pasti Terjadi “ Janganlah kau mengeluh tentang sesuatu bencana yang menimpa-mu kepada siapapun, baik kepada kawan maupun lawan. Jangan pula menyalahkan Tuhan-mu atas semua takdir-Nya bagimu, dan atas ujian yang ditimpakan-Nya atasmu. Beritakanlah semua kebaikan yang dilimpahkan-Nya atasmu. Beritakanlah semua kebaikan yang dilimpahkan-Nya kepadamu, dan segala puji syukur atas semua itu. Kedustaanmu menyatakan puji syukurmu atas sesuatu rahmat yang sesungguhnya belum datang kepadamu, lebih baik ketimbang cerita-cerita mu perihal kepedihan hidup. Adakah ciptaan yang sunyi dari rahmat-Nya ? Allah Swt berfirman : “ Dan jika kamu hitung nikmat-nikmat Allah, kamu takkan sanggup menghitungnya.” (QS. 14 : 34). Betapa banyak nikmat yang telah kau terima dan tak kau sadari ! Jangan merasa senang dengan ciptaan, jangan menyenanginya, dan jangan menceritakan hal ihwal mu kepada siapapun. Cintamu harus kau tujukan hanya kepada-Nya. Merasa senanglah dengan-Nya, dan men...

Mengenal sosok Barry Prima aktor laga jadul Indonesia era 80-an

  Anda yang lahir di tahun 80-an, mungkin tidak asing dengan nama aktor laga Barry Prima . Namanya wara-wiri di berbagai film action di Indonesia kala itu. Barry Prima sangat identik dengan aksi-aksi laga yang dia bintangi pada eranya. Menginjak masa tua, eksistensi Barry prima pun belum luntur. Kemampuan akting Barry prima bukan hanya apik dalam memerankan aksi, dia juga pernah berperan sebagai sosok ustaz di salah satu judul sinetron. Di beberapa film yang dibintangi Barry prima, ia sering disandingkan dengan artis cantik nan seksi, Eva Arnaz . Mereka sering menjadi pasangan di film panas, horor, hingga laga. Film pertama yang mempertemukan mereka adalah film horor Serbuan Halilintar pada tahun 1979. Setelah itu dilanjutkan dengan film Jaka Sembung sang Penakluk (1981), Cewek Jagoan Beraksi Kembali (1981), dan Perempuan Bergairah (1982).  Seiring dengan berjalannya waktu, benih cinta akhirnya muncul di antara mereka berdua. Barry dan ...

Iklan