Langsung ke konten utama

Sedang terpuruk? Lakukan 7 hal ini untuk bisa bangkit dengan cepat!

Dalam hidup, hampir setiap orang pernah berada pada titik terendah dalam hidupnya. Merasa dirinya tak berguna, merasa dirinya gagal, merasa tak ada lagi yang bisa ia lakukan. Merasa tidak ada lagi jalan keluar dari persoalan yang sedang di hadapinya. Semuanya terasa berantakan, semuanya terasa hancur. Tak ada lagi semangat untuk melakukan apa pun. Bahkan sudah tak ada lagi gairah untuk melanjutkan hidup. Perasaan ingin menyerah, perasaan ingin berhenti dan bahkan perasaan ingin mengakhiri hidup. Berada pada titik nadir atau pun titik terendah dalam hidup, memang sangat menyakitkan. Merasakan kesedihan yang teramat dalam dan berkepanjangan. Tak tahu lagi arah mana yang akan di tuju. Semua jalan terasa buntu, hidup terasa sia-sia dan tak bermakna. Namun percayalah, bahwa setiap orang pernah mengalami hal tersebut, tak peduli siapa pun itu. Hanya mungkin cara setiap orang menghadapinya tidaklah sama. Ada yang tidak mau terlalu lama larut dalam kondisi tersebut, dan ada juga yan...

Iklan

Sinopsis film : Unfaithful

Kali ini kita akan membahas sebuah film drama yang berjudul Unfaithful.

Film ini menceritakan tentang sebuah perselingkuhan yang dilakukan oleh seorang wanita, dengan seorang pria yang lebih muda darinya.

Wanita ini sebenarnya sudah menikah dan memiliki seorang putra, serta memiliki kehidupan keluarga yang harmonis.

sang penuai mimpi

Namun semenjak ia bertemu dengan seorang pria muda, kehidupannya pun mulai berubah.

Bagaimana sebenarnya kisah drama perselingkuhan ini?

Berikut kita akan membahasnya secara tajam dan akurat.

Namun sebelumnya, bagi yang baru mampir, jangan lupa untuk Subscribe channel ini dan klik tanda lonceng, untuk menyaksikan video-video menarik lainnya di channel ini.

Sekali lagi terima kasih, dan selamat menyaksikan.

*****

Cerita berawal dari kehidupan sebuah keluarga kecil yang terlihat bahagia.

Sang istri yang bernama, Connie, dan sang suami yang bernama Edward, dan sang anak yang bernama Charlie.

Mereka hidup di sebuah rumah mewah yang berada di daerah pinggiran sebuah kota.

Sang suami, si Edward adalah seorang pengusaha yang cukup sukses di kota tersebut.

Sedangkan sang istri, si Connie, adalah seorang ibu rumah tangga dan juga seorang wanita relawan, yang sering di sibukkan oleh kegiatan-kegiatan sosial.

Sementara sang anak, si Charlie, sudah berusia sembilan tahun dan sudah bersekolah.

Pada suatu hari, Connie pergi ke kota, untuk berbelanja persiapan ulang tahun Charlie yang ke sembilan.

Saat itu cuaca  sangat lah buruk, dengan hembusan angin yang sangat kencang.

Ketika hendak pulang dan mencari taksi, Connie tak sengaja bertabrakan dengan seorang pemuda, yang juga terlihat sedang sibuk membawa banyak buku.

Mereka bertabrakan, yang membuat Connie mengalami cidera di lututnya.

Si pemuda, yang bernama Paul, mencoba menawarkan Connie untuk mampir di apartemennya yang berada tidak jauh dari situ.

Connie yang tidak juga mendapatkan taksi, akhirnya menerima tawaran Paul, untuk sekedar mengobati luka di lututnya tersebut.

Mereka pun berkenalan, Paul bahkan dengan terang-terangan memperlihatkan ketertarikannya pada Connie.

Sementara Connie tetap berusaha menjaga jarak dari Paul.

Sebelum pulang, Paul memberi Connie sebuah buku sebagai sebuah souvenir.

Meski merasa cukup berat, Connie pun menerima buku tersebut.

Connie kembali ke rumahnya seperti biasa. Tetapi tidak bagi Paul, pertemuan singkat itu telah meninggalkan kesan yang mendalam bagi Paul.

Keesokan harinya, Connie tak sengaja menemukan sebuah kartu nama, di dalam buku yang diberikan Paul padanya.

Merasa belum sempat mengucapkan terima kasih, Connie mencoba menghubungi Paul melalui sebuah telpon umum.

Di luar dugaan, Paul justru mengundang Connie untuk datang ke apartemennya kembali.

Connie yang sebenarnya masih penasaran dengan Paul, tidak berani menolak ajakan Paul tersebut.

Connie akhirnya mendatangi apartemen Paul untuk yang kedua kalinya.

Pada pertemuan kedua itu, Connie masih berusaha untuk tidak tergoda oleh pesona Paul padanya.

Namun justru pada hari berikutnya, Connie kembali mengunjungi Paul.

Saat itulah akhirnya Connie tidak bisa lagi mengontrol dirinya sendiri.

Paul yang memang sudah tertarik pada Connie, berusaha merayu Connie agar mau bercinta dengannya.

Meski awalnya Connie berusaha menolak, namun pesona Paul yang masih muda dan terlihat tampan itu, membuat Connie akhirnya pasrah.

Mereka pun kemudian melakukan hubungan intim untuk pertama kalinya.

Bukannya menyesal, Connie malah menjadi ketagihan dengan Paul.

Sehingga mereka menjadi semakin sering bertemu dan melakukan hal tersebut.

Sementara itu, Edward, yang melihat perubahan istrinya sudah mulia mencurigai Connie.

Connie yang sering membohogi Edward, membuat Edward merasa semakin curiga.

Karena kecurigaannya itu, Edward akhirnya meminta orang kepercayaannya untuk membuntuti Connie.

Alhasil, Edward akhirnya mengetahui hubungan gelap sang istri dengan laki-laki tersebut.

Edward tentu saja merasa sangat kecewa dan marah.

Sementara hubungan Connie dan Paul semakin dalam dan parah. Mereka tidak hanya melakukan hal tersebut di apartemen Paul, tapi juga di toilet sebuah kafe.

Hubungan mereka semakin terbuka. Mereka hampir setiap hari bertemu.

Edward yang merasa sudah dikhianati istrinya itu, mencoba mendatangi Paul di apartemennya.

Edward dan Paul akhirnya bertemu. Edward mulai mengajak Paul mengobrol panjang lebar.

Sampai akhirna Edward melihat sebuah benda yang sebenarnya ia hadiahkan untuk Connie, berada di dalam apartemen Paul.

Paul mengatakan bahwa itu adalah hadiah yang diberikan Connie padanya.

Edward semakin terpukul mengetahui hal tersebut.

Dalam keadaan panik sambil memegang benda keras tersebut, Edward tanpa sengaja memukulkan benda itu ke kepala Paul, yang terkaget menyadari hal itu.

Edward memukulkan benda itu berkali-kali di kepala Paul.

Darah pun mulai bercucuran dari kepala Paul. Tak lama kemudian Paul pun jatuh dan tak sadarkan diri.

Edward merasa kaget menyadari hal tersebut. Ia mencoba memeriksa keadaan Paul, yang ternyata sudah tewas.

Dalam kepanikannya, Edward berusaha untuk membersihkan kekacauannya tersebut.

Ia berniat untuk membuang mayat Paul yang bersimbah darah.

Saat ia hendak menarik mayat Paul, tiba-tiba Connie menelpon ke telpon milik Paul.

Telpon tersebut, dijawab oleh mesin penjawab.

Edward mendengar, kalau Connie merasa menyesal, dan ingin mengakhiri hubungannya dengan Paul.

Mendengar hal tersebut, Edward semakin bersegera untuk membuang mayat Paul.

Setelah dengan susah payah, akhirnya Edward berhasil membawa mayat Paul, yang sudah dimasukkannya ke dalam gulungan karpet.

Edward membuang mayat tersebut ke daerah pembuangan sampah, dengan menggunakan mobilnya.

Setelah merasa aman dan membersihkan mobilnya, Edward pun kembali ke rumah dan bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Sementara Connie juga berusaha bersikap biasa saja, karena ia merasa tidak perlu lagi bertemu dengan Paul, yang sudah diputuskannya.

Beberapa hari kemudian, dua orang polisi tiba-tiba datang ke rumah Connie, saat Edward tidak berada di rumah.

Polisi tersebut, mengabarkan Connie, bahwa Paul telah dinyatakan hilang oleh pihak keluarganya.

Connie merasa kaget, namun ia berusaha untuk bersikap wajar, dan mengatakan bahwa ia tidak begitu mengenal Paul.

Polisi meyakinkan Connie, bahwa Paul menyimpan nama dan nomor telpon Connie di apartemennya, karena itulah polisi mendatangi Connie.

Connie berhasil meyakinkan polisi, kalau ia memang tidak mengenal Paul.

Beberapa hari kemudian, mayat Paul akhirnya ditemukan di tempat pembuangan sampah.

Pihak polisi kembali mendatangi rumah Connie dan Edward. Mereka mengabarkan tentang kematian Paul, dan menanyakan beberapa hal pada Connie.

Connie terus mengakui kalau ia tidak begitu mengenali Paul. Edward pun turut membantu Connie menjawab pertanyaan polisi tersebut.

Para polisi itu pun akhirnya pergi, setelah cukup yakin, kalau Connie tidak terlibat dengan kematian Paul.

Connie tentu saja diam-diam merasa bersedih akan kematian Paul.

Hingga suatu saat, Connie tak sengaja menemukan photo-photo nya bersama Paul, yang ia dapatkan di dalam saku jaket milik Edward.

Hal itu tentu saja, membuat Connie merasa kaget. Karena itu artinya, Edward sebenarnya sudah tahu, tentang hubungannya dengan Paul.

Connie justru merasa curiga, kalau Edward lah yang sebenarnya telah membunuh Paul.

Apa lagi Connie akhirnya melihat benda yang telah ia berikan pada Paul, kini kembali berada di rumahnya.

Connie mendesak Edward untuk mengakui hal tersebut.

Edward pun mengakuinya, dan sekaligus menumpahkan kekesalannya karena Connie telah mengkhianatinya.

Mereka pun bertengkar hebat.

Hubungan keluarga mereka menjadi sangat tidak harmonis.

Connie sangat menyesali perselingkuhannya dengan Paul. Yang membuat sang suami menjadi seorang pembunuh.

Mereka berdua sama-sama melakukan kesalahan.

Connie menyadari hal itu. Ia pun kembali berbaikan dengan Edward.

Edward bertekad untuk menyerahkan diri. Namun Connie segera mencegahnya.

Mereka akhirnya sepakat, untuk merahasiakan hal tersebut.

Mereka bahkan berencana untuk pindah dari kota tersebut dan melupakan semuanya.

Mereka ingin memulai hidup baru di tempat yang baru.

Cerita pun berakhir, dengan Edward dan Connie akhirnya saling memaafkan.

Demikian ringkasan cerita film Unfaithful ini.

Lebih dan kurangnya saya mohon maaf.

Terima kasih sudah menonton sampai selesai.

Salam hangat untuk kalian semua.

Semoga terhibur dan sampai jumpa lagi.

*****

Baca juga :

Sinopsis film Match Point

Deskripsi film The Hidden Face

Alur cerita film, the boondock saint

Alur cerita film : Basic Instinct

sinopsis film : a time to kill

Alur cerita film Face/off

Komentar

Iklan

Postingan populer dari blog ini

Sedang terpuruk? Lakukan 7 hal ini untuk bisa bangkit dengan cepat!

Dalam hidup, hampir setiap orang pernah berada pada titik terendah dalam hidupnya. Merasa dirinya tak berguna, merasa dirinya gagal, merasa tak ada lagi yang bisa ia lakukan. Merasa tidak ada lagi jalan keluar dari persoalan yang sedang di hadapinya. Semuanya terasa berantakan, semuanya terasa hancur. Tak ada lagi semangat untuk melakukan apa pun. Bahkan sudah tak ada lagi gairah untuk melanjutkan hidup. Perasaan ingin menyerah, perasaan ingin berhenti dan bahkan perasaan ingin mengakhiri hidup. Berada pada titik nadir atau pun titik terendah dalam hidup, memang sangat menyakitkan. Merasakan kesedihan yang teramat dalam dan berkepanjangan. Tak tahu lagi arah mana yang akan di tuju. Semua jalan terasa buntu, hidup terasa sia-sia dan tak bermakna. Namun percayalah, bahwa setiap orang pernah mengalami hal tersebut, tak peduli siapa pun itu. Hanya mungkin cara setiap orang menghadapinya tidaklah sama. Ada yang tidak mau terlalu lama larut dalam kondisi tersebut, dan ada juga yan...

Renungan Kehidupan : Kehendak-Nya pasti terjadi, Sebuah argumen tentang kita, dan Badai Fitnah

“ Kehendak-Nya Pasti Terjadi “ Janganlah kau mengeluh tentang sesuatu bencana yang menimpa-mu kepada siapapun, baik kepada kawan maupun lawan. Jangan pula menyalahkan Tuhan-mu atas semua takdir-Nya bagimu, dan atas ujian yang ditimpakan-Nya atasmu. Beritakanlah semua kebaikan yang dilimpahkan-Nya atasmu. Beritakanlah semua kebaikan yang dilimpahkan-Nya kepadamu, dan segala puji syukur atas semua itu. Kedustaanmu menyatakan puji syukurmu atas sesuatu rahmat yang sesungguhnya belum datang kepadamu, lebih baik ketimbang cerita-cerita mu perihal kepedihan hidup. Adakah ciptaan yang sunyi dari rahmat-Nya ? Allah Swt berfirman : “ Dan jika kamu hitung nikmat-nikmat Allah, kamu takkan sanggup menghitungnya.” (QS. 14 : 34). Betapa banyak nikmat yang telah kau terima dan tak kau sadari ! Jangan merasa senang dengan ciptaan, jangan menyenanginya, dan jangan menceritakan hal ihwal mu kepada siapapun. Cintamu harus kau tujukan hanya kepada-Nya. Merasa senanglah dengan-Nya, dan men...

Mengenal sosok Barry Prima aktor laga jadul Indonesia era 80-an

  Anda yang lahir di tahun 80-an, mungkin tidak asing dengan nama aktor laga Barry Prima . Namanya wara-wiri di berbagai film action di Indonesia kala itu. Barry Prima sangat identik dengan aksi-aksi laga yang dia bintangi pada eranya. Menginjak masa tua, eksistensi Barry prima pun belum luntur. Kemampuan akting Barry prima bukan hanya apik dalam memerankan aksi, dia juga pernah berperan sebagai sosok ustaz di salah satu judul sinetron. Di beberapa film yang dibintangi Barry prima, ia sering disandingkan dengan artis cantik nan seksi, Eva Arnaz . Mereka sering menjadi pasangan di film panas, horor, hingga laga. Film pertama yang mempertemukan mereka adalah film horor Serbuan Halilintar pada tahun 1979. Setelah itu dilanjutkan dengan film Jaka Sembung sang Penakluk (1981), Cewek Jagoan Beraksi Kembali (1981), dan Perempuan Bergairah (1982).  Seiring dengan berjalannya waktu, benih cinta akhirnya muncul di antara mereka berdua. Barry dan ...

Iklan