Langsung ke konten utama

Sedang terpuruk? Lakukan 7 hal ini untuk bisa bangkit dengan cepat!

Dalam hidup, hampir setiap orang pernah berada pada titik terendah dalam hidupnya. Merasa dirinya tak berguna, merasa dirinya gagal, merasa tak ada lagi yang bisa ia lakukan. Merasa tidak ada lagi jalan keluar dari persoalan yang sedang di hadapinya. Semuanya terasa berantakan, semuanya terasa hancur. Tak ada lagi semangat untuk melakukan apa pun. Bahkan sudah tak ada lagi gairah untuk melanjutkan hidup. Perasaan ingin menyerah, perasaan ingin berhenti dan bahkan perasaan ingin mengakhiri hidup. Berada pada titik nadir atau pun titik terendah dalam hidup, memang sangat menyakitkan. Merasakan kesedihan yang teramat dalam dan berkepanjangan. Tak tahu lagi arah mana yang akan di tuju. Semua jalan terasa buntu, hidup terasa sia-sia dan tak bermakna. Namun percayalah, bahwa setiap orang pernah mengalami hal tersebut, tak peduli siapa pun itu. Hanya mungkin cara setiap orang menghadapinya tidaklah sama. Ada yang tidak mau terlalu lama larut dalam kondisi tersebut, dan ada juga yan...

Iklan

Mengenal sosok Barry Prima aktor laga jadul Indonesia era 80-an

 Anda yang lahir di tahun 80-an, mungkin tidak asing dengan nama aktor laga Barry Prima. Namanya wara-wiri di berbagai film action di Indonesia kala itu.

Barry Prima sangat identik dengan aksi-aksi laga yang dia bintangi pada eranya. Menginjak masa tua, eksistensi Barry prima pun belum luntur.

Kemampuan akting Barry prima bukan hanya apik dalam memerankan aksi, dia juga pernah berperan sebagai sosok ustaz di salah satu judul sinetron.

Di beberapa film yang dibintangi Barry prima, ia sering disandingkan dengan artis cantik nan seksi, Eva Arnaz. Mereka sering menjadi pasangan di film panas, horor, hingga laga.

Film pertama yang mempertemukan mereka adalah film horor Serbuan Halilintar pada tahun 1979. Setelah itu dilanjutkan dengan film Jaka Sembung sang Penakluk (1981), Cewek Jagoan Beraksi Kembali (1981), dan Perempuan Bergairah (1982). 

Seiring dengan berjalannya waktu, benih cinta akhirnya muncul di antara mereka berdua. Barry dan Eva memutuskan menikah pada tahun 1983.

Sayangnya, rumah tangga mereka kandas pada tahun 1988. Dari pernikahan itu, Barry dan Eva tak dikaruniai anak. Entah masalah apa yang menyebabkan dua selebriti itu memutuskan berpisah. 

Usai bercerai dari Eva, kehidupan asmara Barry tak banyak terekspos. Berbeda dari Eva yang diketahui menikah 3 kali setelah bercerai dari pria berdarah Belanda-Indonesia itu. 

Meski rumah tangganya berakhir, Barry tetap semangat melanjutkan kariernya di dunia seni peran. Dia tetap berjaya sebagai bintang laga di sejumlah film hingga tahun 1990-an. 

Beberapa film yang dibintanginya antara lain, Tarzan Penunggu Harta Karun (1990), Kamandaka (1991), Angling Darma 2 Pemberontakan Batik Madrim (1992), Walet Merah (1993), dan Angling Dharma 3 Pemburu dari Neraka (1994). 

Memasuki tahun 2000-an, pemilik nama lengkap Hubertus Barry Knoch Prima itu mulai jarang muncul di layar lebar.

Tetapi dia masih membintangi sinetron dan sejumlah film non laga. Di antaranya film Janji Joni (2005), Realita Cinta dan Rock 'n Roll (2006), Lost in Love (2008), Perjaka Terakhir (2010), Get Married (2011), Pintu Harmonika (2013), dan yang terakhir adalah Demi Cinta (2017). (*)

Sang Penuai Mimpi

Hubertus Barry Knoch Prima (lahir 30 November 1954) adalah seorang aktor berkebangsaan Indonesia. Ia dikenal sebagai salah satu pemeran film spesialis laga sejak dekade 1980-an

Ia lahir sebagai anak keenam dari sepuluh bersaudara, dari pasangan ayah yang berketurunan Belanda dan ibu yang berasal dari Indonesia.

Kiprah Barry Prima di dunia film Tanah Air sudah dimulai sejak tahun 1978. Bahkan hingga dekade ketiga abad 21, eksistensinya tak meredup begitu saja. Sejumlah film, sinetron dan web series dijajalnya meski usianya tak lagi muda.

Aktor kelahiran Bandung, Jawa Barat tahun 1954 ini bahkan tak pilih-pilih genre. Selain film laga, sejumlah film horor, drama, dan komedi pun sempat dijajalnya. Namun begitu, namanya sempat dikenal pada era 1980-an saat memerankan karakter Jaka Sembung.

Ditambah lagi, akting Barry Prima sebagai Jaka Sembung bukan hanya di satu film. Selain itu, ada juga karakter ikonis lainnya yang pernah diperankan olehnya.

Sementara generasi milenial dan generasi z sedang mengagung-agungkan, Iko Uwais, Yayan Ruhian, dan Cecep Arif Rahman, tampaknya kita juga harus kembali menyorot seorang Barry Prima.

Melansir berbagai sumber, inilah dia jejak karier dan kehidupan Barry Prima, salah seorang aktor kawakan terbaik milik Indonesia.

Pemilik nama asli Hubertus Barry Knoch Prima ini sudah memiliki bekal bela diri Taekwondo sejak usia belia. Perawakannya yang gagah dan tampan, membuat produser Gope T. Samtani mengajaknya untuk tampil di film bergenre horor dewasa berjudul Primitif yang rilis pada 1978.

Setelah tampil di film perdananya itu, Barry Prima langsung tampil kembali pada tahun berikutnya di film laga pertamanya, Serbuan Halilintar. Di sini ia menjadi tokoh utamanya bersama aktris kawakan Eva Arnaz.

Dua tahun kemudian tepatnya pada 1981, Barry Prima langsung ditunjuk sebagai Jaka Sembung, sebuah karakter cerita silat era 1960-an karya komikus Djair Warni. Film adaptasi Jaka Sembung yang pertama ini berjudul Jaka Sembung Sang Penakluk.

Tak hanya sekali tampil, Barry Prima melanjutkan peran karakter ikonik itu pada tahun 1983 dalam film Si Buta Lawan Jaka Sembung. Ia dilibatkan lagi dalam film ketiga yang dirilis tahun 1985, Bajing Ireng dan Jaka Sembung.

Sepanjang tahun 1980-an, Barry Prima sudah bermain untuk lebih dari 30 judul film. Keperkasaannya teruji ketika pada era itu ia lebih banyak tampil di film-film laga modern maupun kolosal.

Selain Jaka Sembung, Barry Prima juga sempat tampil sebagai Mandala, karakter cerita silat karya komikus Mansyur Daman alias 'MAN' yang terkenal di era 1970-an. Film Mandala yang dibintangi Barry ada dua, yakni berjudul Golok Setan dan mandala dari Sungai Ular.

Pada era ini, Barry juga cukup banyak tampil di film-film drama yang dibumbui oleh adegan laga. Tak hanya laga, beberapa film horor yang diperankannya pun juga menyajikan adegan laga.

Barry sempat tampil bersama mendiang Ratu Horor Indonesia, Suzzana, dalam berbagai film era 1980-an. Sebut saja Sundelbolong, Nyi Blorong, Nyi Ageng Ratu Pemikat, dan Ratu Sakti Calon Arang.

Selain Suzzana, Barry Prima juga beberapa kali beradu akting dengan Eva Arnaz serta aktor laga kawakan lainnya, yakni George Rudy dan mendiang Advent Bangun.

Menguasai kemampuan bela diri, Barry Prima pun kerap berperan sebagai pendekar dengan tubuhnya yang besar dan berotot. Dengan perannya tersebut, aktor keturunan Belanda ini pun mendapat julukan sebagai aktor laga.

Meski kini sudah menginjak usia lebih dari 66 tahun, Barry Prima masih terlihat aktif di dunia seni peran. Penampilannya pun nggak banyak berubah dari dulu. Bugar di usia senja, Barry Prima masih terlihat tampan dan karismatik.

Barry Prima menjadi salah satu aktor legendaris Tanah Air, Bagaimana tidak, selama lebih dari 42 tahun, lelaki keturunan Belanda ini konsisten berada di dunia seni peran.

Tidak kurang dari 60 judul film yang dibintangi oleh Barry Prima sejak tahun 1978. Tak hanya di layar lebar, ia juga aktif membintangi sinetron hingga saat ini.

Meski dikenal sebagai aktor legendaris, tak banyak media yang mengulas soal sosoknya. Lelaki yang kerap beradu akting dengan Suzanna ini memiliki selera humor.

Ia yang mengaku tak mengenyam bangku sekolah, justru malah keceplosan mengungkap pernah bertengkar dengan temannya.

Meninggalkan masa kecilnya, Barry Prima juga bercerita soal awal karier di dunia akting. Honor pertamanya pun mampu membuat bintang film Jaka Sembung si Penakluk ini beli motor gede.

Berikut beberapa judul film, sinetron dan FTV yang pernah di perankan oleh Barry Prima:

Filmografi

Sinetron

FTV

  • Memburu Pencuri Mahkota (2000)
  • Pemberantas Narkotika (2000)
  • Tutur Tinular (2004)
  • Kolang-Kaling I'm in Love (2011)
  • 14 Hari Anak Band atau Pak Guru
  • 14 Hari Anak Band atau Pak Guru 2
  • Satu Pistol Enam Nyali
  • Camerku Jenderal
  • Fatih Di Kampung Jawara The Movie: Teror Nyi Pelet

 

Seiring dengan berjalannya waktu, benih cinta akhirnya muncul di antara mereka berdua. Barry dan Eva memutuskan menikah pada tahun 1983. Sayangnya, rumah tangga mereka kandas pada tahun 1988. Dari pernikahan itu, Barry dan Eva tak dikaruniai anak. Entah masalah apa yang menyebabkan dua selebriti itu memutuskan berpisah. Usai bercerai dari Eva, kehidupan asmara Barry tak banyak terekspos. Berbeda dari Eva yang diketahui menikah 3 kali setelah bercerai dari pria berdarah Belanda-Indonesia itu.

Artikel ini telah tayang di www.inews.id dengan judul " Kehidupan Barry Prima Usai Bercerai dari Eva Arnaz sang Aktris Hot Era 1980-an ", Klik untuk baca: https://www.inews.id/lifestyle/seleb/kehidupan-barry-prima-usai-bercerai-dari-eva-arnaz-sang-aktris-hot-era-1980-an.


Download aplikasi Inews.id untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
https://www.inews.id/apps
Aktor Barry Prima kerap disandingkan dengan Eva Arnaz, ratu aktris panas era 1980-an. Mereka sering menjadi pasangan di film panas, horor, hingga laga. Film pertama yang mempertemukan mereka adalah film horor Serbuan Halilintar pada tahun 1979. Setelah itu dilanjutkan dengan film Jaka Sembung sang Penakluk (1981), Cewek Jagoan Beraksi Kembali (1981), dan Perempuan Bergairah (1982).

Artikel ini telah tayang di www.inews.id dengan judul " Kehidupan Barry Prima Usai Bercerai dari Eva Arnaz sang Aktris Hot Era 1980-an ", Klik untuk baca: https://www.inews.id/lifestyle/seleb/kehidupan-barry-prima-usai-bercerai-dari-eva-arnaz-sang-aktris-hot-era-1980-an.


Download aplikasi Inews.id untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
https://www.inews.id/apps
Aktor Barry Prima kerap disandingkan dengan Eva Arnaz, ratu aktris panas era 1980-an. Mereka sering menjadi pasangan di film panas, horor, hingga laga. Film pertama yang mempertemukan mereka adalah film horor Serbuan Halilintar pada tahun 1979. Setelah itu dilanjutkan dengan film Jaka Sembung sang Penakluk (1981), Cewek Jagoan Beraksi Kembali (1981), dan Perempuan Bergairah (1982).

Artikel ini telah tayang di www.inews.id dengan judul " Kehidupan Barry Prima Usai Bercerai dari Eva Arnaz sang Aktris Hot Era 1980-an ", Klik untuk baca: https://www.inews.id/lifestyle/seleb/kehidupan-barry-prima-usai-bercerai-dari-eva-arnaz-sang-aktris-hot-era-1980-an.


Download aplikasi Inews.id untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
https://www.inews.id/apps

 Penghargaan :

2005 MTV Indonesia Movie Awards Most Favourite Supporting Actor Janji Joni Nominasi
2006 Festival Film Bandung Pemeran Pembantu Pria Terpuji Film Bioskop Realita, Cinta dan Rock'n Roll Menang
MTV Indonesia Movie Awards Most Favourite Supporting Actor Nominasi
Most Heart Melting Moment (bersama Herjunot Ali) Nominasi
Festival Film Jakarta Pemeran Pembantu Pria Terbaik Nominasi
2013 Piala Maya Aktor Terpilih dalam Omnibus Pintu Harmonika (Segmen: Skors) Nominasi
2018 Festival Film Bandung Lifetime Achievement Award N/A Penerima
ktor Barry Prima kerap disandingkan dengan Eva Arnaz, ratu aktris panas era 1980-an. Mereka sering menjadi pasangan di film panas, horor, hingga laga. Film pertama yang mempertemukan mereka adalah film horor Serbuan Halilintar pada tahun 1979. Setelah itu dilanjutkan dengan film Jaka Sembung sang Penakluk (1981), Cewek Jagoan Beraksi Kembali (1981), dan Perempuan Bergairah (1982).

Artikel ini telah tayang di www.inews.id dengan judul " Kehidupan Barry Prima Usai Bercerai dari Eva Arnaz sang Aktris Hot Era 1980-an ", Klik untuk baca: https://www.inews.id/lifestyle/seleb/kehidupan-barry-prima-usai-bercerai-dari-eva-arnaz-sang-aktris-hot-era-1980-an.


Download aplikasi Inews.id untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
https://www.inews.id/apps


Komentar

  1. Caesars Casino Hotel - MapYRO
    Find 김제 출장마사지 your 밀양 출장마사지 way around the casino, 서귀포 출장마사지 find where everything is located with real 울산광역 출장샵 people. 양산 출장마사지 Caesars Casino Hotel in Las Vegas, NV. Free parking $50.00.

    BalasHapus

Posting Komentar

Iklan

Postingan populer dari blog ini

Sedang terpuruk? Lakukan 7 hal ini untuk bisa bangkit dengan cepat!

Dalam hidup, hampir setiap orang pernah berada pada titik terendah dalam hidupnya. Merasa dirinya tak berguna, merasa dirinya gagal, merasa tak ada lagi yang bisa ia lakukan. Merasa tidak ada lagi jalan keluar dari persoalan yang sedang di hadapinya. Semuanya terasa berantakan, semuanya terasa hancur. Tak ada lagi semangat untuk melakukan apa pun. Bahkan sudah tak ada lagi gairah untuk melanjutkan hidup. Perasaan ingin menyerah, perasaan ingin berhenti dan bahkan perasaan ingin mengakhiri hidup. Berada pada titik nadir atau pun titik terendah dalam hidup, memang sangat menyakitkan. Merasakan kesedihan yang teramat dalam dan berkepanjangan. Tak tahu lagi arah mana yang akan di tuju. Semua jalan terasa buntu, hidup terasa sia-sia dan tak bermakna. Namun percayalah, bahwa setiap orang pernah mengalami hal tersebut, tak peduli siapa pun itu. Hanya mungkin cara setiap orang menghadapinya tidaklah sama. Ada yang tidak mau terlalu lama larut dalam kondisi tersebut, dan ada juga yan...

Renungan Kehidupan : Kehendak-Nya pasti terjadi, Sebuah argumen tentang kita, dan Badai Fitnah

“ Kehendak-Nya Pasti Terjadi “ Janganlah kau mengeluh tentang sesuatu bencana yang menimpa-mu kepada siapapun, baik kepada kawan maupun lawan. Jangan pula menyalahkan Tuhan-mu atas semua takdir-Nya bagimu, dan atas ujian yang ditimpakan-Nya atasmu. Beritakanlah semua kebaikan yang dilimpahkan-Nya atasmu. Beritakanlah semua kebaikan yang dilimpahkan-Nya kepadamu, dan segala puji syukur atas semua itu. Kedustaanmu menyatakan puji syukurmu atas sesuatu rahmat yang sesungguhnya belum datang kepadamu, lebih baik ketimbang cerita-cerita mu perihal kepedihan hidup. Adakah ciptaan yang sunyi dari rahmat-Nya ? Allah Swt berfirman : “ Dan jika kamu hitung nikmat-nikmat Allah, kamu takkan sanggup menghitungnya.” (QS. 14 : 34). Betapa banyak nikmat yang telah kau terima dan tak kau sadari ! Jangan merasa senang dengan ciptaan, jangan menyenanginya, dan jangan menceritakan hal ihwal mu kepada siapapun. Cintamu harus kau tujukan hanya kepada-Nya. Merasa senanglah dengan-Nya, dan men...

Iklan